oleh

Usai Dirawat dan Dinyatakan Sehat, Hendrik Langsung Ditahan

-Berita, daerah, Utama-77 Dibaca

LUBUKLINGGAU – Kondisi Hendrik, tersangka korupsi dana hibah Bawaslu Kabupaten Muratara yang sehari sebelumnya sempat pingsan saat menjalani pemeriksaan. Kini kondisinya dinyatakan sudah sehat.

Tersangka pada Selasa (12/4) dilakukan penahanan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Lubuklinggau. Mantan Koordinator Sekretaris (Korsek) Bawaslu Muratara tersebut seperti diketahui sempat pingsan saat menjalani pemeriksaan sebagai saksi, Senin (11/4). Hingga dilarikan ke Rumah Sakit Dr Sobirin Kabupaten Mura di Lubuklinggau.

“Hari ini kita melakukan pemeriksaan terhadap tersangka H yang kemarin sakit, selanjutnya langsung dilakukan penahanan untuk 20 hari kedepan dan tersangka kita titipkan di Lapas,” kata Kepala Kejari Kota Lubuklinggau, Willy Ade Chaidir melalui Kasi Pidsus, Yuriza Antoni kepada wartawan, Selasa (12/3).

Ia menjelaskan, alasan tersangka Hendrik dilakukan penahanan karena kondisinya yang sudah sehat dan mempermudah proses penyidikan. “Tersangka kooperatif, sebenarnya dia keluar dari rumah sakit malam hari dan langsung menghubungi kita dan kita minta dia datang pagi ini pukul 10.00 WIB,” ungkapnya.

Hingga saat ini pihak Kejari Kota Lubuklinggau sudah menetapkan delapan orang tersangka dalam kasus korupsi dana hibah Bawaslu Kabupaten Muratara. Dari delapan tersangka tersebut, tujuh orang sudah dilakukan penahanan di Lapas Kelas IIA Kota Lubuklinggau. Sedangkan satu tersangka lagi yakni Aceng Sudrajat sudah beberapa kali mangkir untuk diperiksa.

Yuriza menegaskan, pihaknya telah menyampaikan panggilan pertama terhadap Aceng Sudrajat sebagai tersangka yang dijadwalkan pada Kamis (14/4). Jika tersangka tidak juga datang, pihak Kejari akan melakukan proses selanjutnya yakni panggilan kedua dan hingga penjemputan paksa.

“Bila semua upaya dilakukan dan tersangka tidak diketahui keberadaanya, maka akan ditetapkan sebagai DPO (Daftar Pencarian Orang),” tegasnya.

Sebagtaimana diberitakan sebelumnya, total ada 8 tersangka dalam kasus korupsi dana hibah Bawaslu Muratara senilai Rp9,2 milliar. Pada Kamis (7/4), penyidik menahan lima tersangka yakni Munawir (Ketua Bawaslu), M Ali Asek (Komisioner), Paulina (Komisioner), Siti Zahro (Bendahara Bawaslu Muratara) dan Kukuh Reksa Prabu (Staf Bendahara).

Kemudian pada Senin (11/4), Kejari kembali melakukan penahanan tersangka Tirta Arisandi yang juga mantan Korsek Bawaslu Muratara. Sedangkan satu tersangka lainnya yakni Aceng Sudrajat belum memenuhi panggilan penyidik dan belum ditahan. Dan dalam kasus korupsi itu, menurut hitunhan BPKP Sumsel, kerugian negara Rp2. 514.800.079 (Rp 2,5 milliar).(ans)

Komentar