oleh

Tiga Bandar Sabu Lubuklinggau Disidang

SILAMPARI ONLINE-Tiga terdakwa bandar sabu asal Kota Lubuklinggau dengan barang bukti 200 gram , yakni Jon Kenedi  (40) alias Jon Pokat, Sazili (47) alias Ali, dan Rendra Antoni (40) alias Jango, kembali jalani persidangan.

Ketiganya dihadirkan secara virtual oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Sumsel Devianti Itera SH, Kamis (25/11) ke muka persidangan majelis hakim diketuai Paul Marpaung SH MH, guna mendengarkan keterangan saksi lanjutan.

Kali ini penuntut umum, menghadirkan saksi penangkap bernama Sopian yang dihadirkan secara virtual untuk terdakwa Jon Kenedi alias Jon Pokat serta Sazili alias Ali.

Dalam keterangannya, saksi Sopian membeberkan bahwa pada saat ingin dilakukan penangkapan kedua terdakwa yakni Jon Kenedi alias Jon Pokat serta Sazili alias Ali sempat berusaha melarikan diri ke perkebunan milik terdakwa Jon Pokat.

“Saat dilakukan pengejaran, keduanya berusaha kabur ke kebun ubi diketahui milik terdakwa Jon Pokat, namun berhasil ditangkap,” kata saksi di persidangan.

Usai para terdakwa ditangkap, lanjut saksi Sopian, bersama beberapa petugas lainnya kemudian menuju rumah terdakwa Jon.

“Saat dilakukan penggeledahan tersebut, didapati puluhan paket narkotika ukuran sedang dan kecil, yang kemudian diakui terdakwa sabu tersebut adalah miliknya,” sebut saksi Sopian.

Diberitakan sebelumnya, tiga tersangka jaringan narkoba di Kota Lubuklinggau, Jon Kenedi  (40) alias Jon Pokat, Sazili (47) alias Ali, dan Rendra Antonni (40) alias Jango ditangkap petugas Polda Sumsel pada bulan Juli 2021 silam.

Kedua tersangka mengaku jika barang haram tersebut milik seorang yang bernama Rendra Antoni alias Jango. Dari pengakuannya sudah sekitar satu setengah bulan bekerja untuk tersangka lainnya bernama Jango

Saat diwawancarai tersangka Sazili mengatakan jika dirinya selama 1,5 bulan terakhir bekerja untuk tersangka Jango. Sementara itu dari pengakuannya, tersangka Jango mengaku sehari-hari berprofesi sebagai buruh harian. (fdl)jEB

Komentar