oleh

Ternyata Asal Padang, Polda Sumsel Amankan Pupuk 33 Ton Dolomite

Silampari Online | Sumsel – Sebelumnya diketahui sebanyak 33 ton pupuk tanpa izin edar atau sebanyak 659 sak yang akan diedarkan di sejumlah wilayah Sumsel berhasil diamankan Subdit I Tipid Indagsi Ditreskrimsus Polda Sumsel.

 

Polisi juga mengamankan Steven Sihombing sebagai pemasok dan satu unit truk tronton dengan nomor polisi BK 8872 EM.

Pupuk tersebut diamankan polisi saat melintas di Kampung 2, Kecamatan Mariana, Kabupaten Banyuasin.

 

Direktur Ditreskrimsus Polda Sumsel, Kombes Pol Barly Ramadhany SIK melalui Wadir AKBP Fery Harahap SIK MSi didampingi Kasubdit 1 Kompi Hadi Syaefudin SE, Mengatakan Pupuk  itu berasal dari Padang.

 

“Berdasarkan info dari para petani, kalau pupuk tanpa izin edar ini sudah beberapa bulan dijual dan diedarkan di wilayah Sumsel,”lanjut ia.

Dari kemasan karung, pupuk ini diproduksi oleh PT Andalas Dolomite Sejahtera yang beralamat di kota Padang, Sumatera Barat.

Diketahui hanya ada surat jalan dari PT Andalas Dolomite Sejahtera yang dibawa sopir.

“Untuk sementara dugaannya tidak ada izin edar. Jumlah pupuknya sebanyak 659 sak masing-masing berisi 50 kilogram,” kata Ferry, Kamis (21/10).

Menurut AKBP Ferry, penggunaan pupuk ini bisa merugikan petani.

“Karena pupuknya abal-abal sehingga hasil panen yang diharapkan justru tidak sesuai dengan yang diinginkan,” ujarnya.

Dia menambahkan, pengiriman pupuk dari Padang ini bukan yang pertama kali.

“Namun kali ini yang baru terungkap. Karena tidak ada izin edar bisa dikatakan pupuk ini palsu sehingga jika digunakan untuk memupuk tanaman tanaman tidak subur,” kata Fery.

Pelaku melanggar pasal 122 Jo pasal 73 Undang-undang RI nomor 22 tahun 2019 tentang sistem budi daya pertanian berkelanjutan dan pasal 62 ayat (1) Jo pasal 8 ayat (1) huruf a undang-undang RI nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen dengan ancaman penjara paling lama enam tahun.(dho)

Komentar