oleh

Tegas, Wali Kota Lubuklinggau Tutup Permanen Cafe di Patok Besi

Silampari Online 

LUBUKLINGGAU- Pasca penggerebekan di Patok Besi, RT 07, Kelurahan Sumber Agung, Kecamatan Lubuklinggau Utara II, Kota Lubuklinggau, dua cafe dan karaoke mini yakni Cafe Lala dan dan Cafe Memey resmi ditutup permanen.

“Saya sudah lama tidak ke sini, terakhir saat musim Pilkada lalu dan saya lihat sudah banyak perubahan. Sudah bagus-bagus semua. Bangunan sudah permanen,” kata Nanan, panggilan Prana Putra Sohe- didampingi Kapolres Lubuklinggau AKBP Nuryono, dan Kepala BNN Kota Lubuklinggau AKBP Himawan Bagus Riyadi, saat meninjau Patok Besi, Senin (2/8/2021) siang.

Dikatakannya, setelah memuji lokasi yang bangunan bagus dan permanen, Wako merasa miris sekaligus prihatin dengan aktivitas di kampung tersebut. Mirisnya itu ketika Pemerimtah Kota Lubuklinggau, Polres dan banyak pihak lainnya sedang berupaya dan berpacu menekan penyebaran COVID-19, di Patok Besi malah cafe-cafe masih buka.

“Karena (selama PPKM) kita sudah meminta tempat hiburan tutup, ini malah berpesta dengan dengan narkoba,” katanya geram.

Sehingga setelah meninjau Patok Besi beserta fasilitas cafe yang ada, maka Nanan tegas untuk menutup permanen.

“Wajib tutup selamanya, karena bukan cafe namanya seperti itu. Tapi tempat sarang narkoba. Saya sudah cek izinnya, tidak ada. Izinnya sudah mati cafe itu,”tegasnya.

“Kalau itu cafe tempat makan, restoran ya kita kasih lah izin, silakan, asal tidak disalahgunakan. Ini malah jadi tempat transaksi narkoba, terus jadi joget-joget,”timpalnya.

Dia meminta, lurah, camat mengawasi, cafe-cafe yang sudah ditutup tersebut.

“Pengawasannya saya minta lurah-camat, kalau tidak bisa ya Polsek-Polres turun tangan. Semua ada tingkatannya,” ujarnya.

Sisi lain Nanan menekankan tidak ada istilah lokalisasi di Patok Besi.

“Pemerintah Kota Lubuklinggau tidak pernah membuka lokalisasi dimanapaun, untuk hal-hal yang tidak diinginkan. Ini karena lokasinya terpusat saja,”bebernya.

Sebenarnya banyak masyarakat yang meminta tempat tersebut ditutup, karena Patok Besi populer sebagai tempat “bisnis esek-esek”. Disinggung soal itu Nanan mengatakn di RT 07, Kelurahan Sumber Agung itu adalah rumah-rumah warga.

“Semua bersertifikat, kalau saya mau mengusur tidak bisa ini rumah orang semua. Kalau ini punya pemerintah sudah saya ratakan sekarang ini,”ucapnya.

“Warga ini buka warung silakan, buka rumah makan silakan. Nah kalau jadi sarang narkoba ya tidak boleh. Itu juga tugas kita bersama,” katanya lagi.

Di Lubuklinggau, lanjut Nanan, orang mau buka spa diizinkan, yang mau buka karaoke diizinkan, yang ingin buka cafe ya diizinkan juga.

“Tapi yang benar, kalau dak bener ya dilarang,” ungkapnya.

Sementara itu, Kapolres Lubuklinggau AKBP Nuryono menegaskan kembali, dua orang pemilik cafe sedang proses hukum pidana. Itu terkait pelanggaran pada massa PPKM.

“Tentunya kita kan memberikan efek jera kepada, para pelaku usaha yang melanggar peraturan yang sudah ada. Saat ini bersetus terpriksa,” kata Kapolres.

Sedangkan, Kepala BNN Kota Lubuklinggau AKBP Himawan Bagus Riyadi mengatakan yang terjaring operasi penggerebekan di Patok Besi dilakukan rehab. Namun sebagain diserahkan ke pemerintah kecamatan masing-masing.

“Kita tidak mungkin melakukan rehab di BNN semua karena dengan jumlah ratusan orang, fasilitas tidak cukup. Makanya diserahkan ke pemerintah kecamatan. Nanti dari BNN akan melalukan program yang namanya interpensi bernasih masyarakat (IBM),” kata Himawan.

Dia menjelaskan pihaknya menyiapkan Intansi Penerima Wajib Lapor (IPWL) di lima puskesmas di Kota Lubuklinggau, nanti data yang ada dibagi, pasien itu lapor ke puskesmas-puskemas tersebut.

“Dari kami ada agen pemulihan, yang ada du lima kelurahan. Ini juga kita arahkan kesana. Kita berharap rehabilitasi ini berjalan secara bertahap,” imbuhnya.

Bagi Himawan dari hasil operasi di Patok Besi tersebut membuat BNN mempunyai data masyarakat yang bisa dilakukan rehabilitasi terkait narkoba. Sehingga program rehabilitasi punya sasaran.

“Selama ini kita kesulitan mencari pemakai atau pecandu. Karena mereka tertutup dan malu untuk mengungkapkan,” kata dia.

Diketahui, Tim Gabungan Polres Lubuklinggau dan BNN Kota Lubuklinggau menggerebek Patok Besi, Ahad (1/8) dini hari. Dari dua cefe yang di geruduk sebanyak 227 orang diamankan, 8 diantaranua masih usia anak. Yang terjaring lalu di tes urine. Sebanyak 190 orang diantaranya positif mengandung narkoba. (Sumeks.co)