oleh

Tangkap Bandar Ekstasi

Silampari Online

LUBUKLINGGAU – Satres Narkoba meringkus dua tersangka penyalahguna narkoba jenis ekstasi.

Masing-masing diduga merupakan bandar dan kurir yakni Juadi alias Dul (44), warga Jl Gatot Kaca, Kelurahan Marga Mulya, Kecamatan Lubuklinggau Selatan II dan Abi Karsono (33), warga Prumnas Niken, Kelurahan Niken Jaya, Kecamatan Lubuklinggau Timur I.

Keduanya ditangkap pada Selasa (8/3) sekitar pukul 12.30 WIB. Awalnya Polisi menangkap tersangka Juadi alias Dul. Saat itu Polisi melakukan penyamaran yang berpura-pura menjadi pembeli.

Selanjutnya tersangka ditangkap dan diamankan berikut dengan BB ekstasi 50 butir. Penangkapan tersebut atas dugaan memiliki, menyimpan dan menguasai narkotikan jenis ekstasi.

“Ini narkoba jenis inek,” kata Kapolres Lubuklinggau, AKBP Harissandi dalam pres rilis hasil tangkapan di Mapolres Lubuklinggau, Jumat (11/3).

Setelah diamankan, tersangka Juadi alias Dul mengaku kalau dirinya hanya diminta untuk mengantarkan saja. Sedangkan pemilik dan pengendalinya yakni tersangka Abi Karsono.

Selanjutnya dikembangkan dan diamankan tersangka Abi Karsono dirumahnya. Dan dari keterangan tersangka Abi Karsono, kalau ekstasi miliknya tersebut berjumlah 500 butir.

Dan ke 500 butir ekstasi tersebut ternyata dititip dengan tersangka Juadi alias Dul. Lantas Polisi melakukan penggeledahan dirumah tersangka Juadi alias Dul.

Dan benar dirumah tersangka Juadi alias Dul berhasil didapatkan 380 butir pil warna kuning yang diduga narkotika jenis ekstasi.

“Tersangka mengaku barang bukti narkotika jenis ekstasi tersebut rencananya akan dijual dan diedarkan di kota Lubuklinggau,” ungkapnya.

Sedangkan sisanya lagi, kedua tersangka mengaku kalau sudah diberikan kepada orang lain.

Dalam kesempatan pres rilis tersebut, Kapolres sempat mengintrograsi kedua tersangka. Para tersangka mengaku baru sekali mengedarkan barang haram tersebut.

Dan diketahui, satu dari dua tersangka yang ditangkap merupakan residivis dalam kasus narkoba. “Asa usul barang dari Palembang,” pungkasnya.(ans)

Komentar