oleh

Tangis Bahagia Warnai Wisuda Siswa MTs Ma’arif NU 

Silampari Online 

MUSI RAWAS- Perpisahan terkadang kata yang selalu berkonotasi negatif tapi berbeda dengan perpisahan yang terjadi pada wisuda siswa dan siswi purna MTs Ma’arif Nahdatul Ulama (NU) yang terletak di Desa Marga Sakti Kecamatan Muara Kelingi.

Keluarga besar MTs Ma’arif NU merelakan dan mengikhlaskan perpisahan untuk siswa siswinya yang telah 3 tahun bergelut dengan peluh dan keringat untuk menimba ilmu pengetahuan di Madrasah ini.

Kepala MTs Ma’arif NU, KH Ali sodikin mengatakan bahwa ritual perpisahan menjadi momentum yang mengharukan di lingkungan Madrasah ini dengan menyenangkan dan sekaligus menguras air mata. Dimana, untuk menyenangkan karena madrasah sudah selesai melaksanakan amanat dari para wali siswa untuk mendidik putra putinya, selanjutnya madrasah menyerahkan kembali mereka ke pangkuan orangtua siswa.
“Acara perpisahan di madrasah kami memang salah satu momentum yang menggembirakan sekaligus haru bila dinikmati, menggembirakan karena kita sudah dapat menghantarkan siswa-siswa kita selama 3 tahun belajar di Madrasah dan yang teristimewa purna siswa kali ini  dengan ujian Berbasis Computer Bases Test (CBT) yang dilaksanakan 11-18 April 2022,”kata Tutur Abah Ali sapaan akrabnya, Selasa (10/5).

Dia juga berpesan pada para siswanya yang tahun ini menyelesaikan studi di Madrasahnya untuk terus mencari ilmu  dan mengejar cita-citanya di Madrasah berbasis pesantren ini yaitu di MA ma’arif NU agar lebih matang dalam mempelajari ilmu khususnya di bidang kajian kitab kuning dan menjadi orang yang berguna kelak untuk Orang Tua, Agama Nusa Bangsa.

Sementara itu, Pendiri dan Perintis MTs Ma’arif NU, Ali Wahono mengaku kita tidak mungkin bersama mereka terus, silahkan kalian pergi untuk meneruskan mimpi kalian dan titi masa depan kalian. Namun, yang kami perlu ingatkan jadilah anak-anak yang baik dimanapun kalian berada dan kelak kalian yang membanggakan almamater kita. Namun, yang membuat kami sedih mulai selanjutnya kalian sudah tidak ada di sini dan tidak ada lagi yang mengganggu gundah. Akan tetapi, kami sadar kalian adalah anak baik, dimana pun kalian nanti pasti dapat membawa diri.

“Pesan saya ingat Bapak Ali wahono yang kadang suasanya tidak menyenangkan tapi kalian lahir dari rahim Madrasah ini untuk itu tetaplah keluar sampai jenjang MA yaitu MA Ma’arif NU agar kematangan ilmu mu lebih baik,” ucapnya sambil menyeka air mata.

Sedangkan, mewakili wali siswa, Ibrahim Romli mengucapkan banyak terima kasih yang tak terhingga kepada guru- guru di MTs Ma’arif NU yang telah membangun jiwa anak-anak kami, meniti masa depan di mulai dari Madrasah ini.

“Kami hanya mampu berterimakasih saja, selanjutnya biarkan Allah SWT yang bicara dan mengatur segalanya untuk kemuliaan guru semua, kami juga meminta maaf bila selalu membuat hati bapak ibu guru terluka, biarkan luka itu kami yang bawa, kami yang mintakan maaf untuk anak-anak kami semua, kami juga sudah kompak bersatu dengan wali siswa untuk mendorong siswa tetap melanjutkan ke MA Ma’arif NU bahkan sampai tingkat perkuliahan yaitu STAI As syidiqiah yang mulai buka tahun ajaran 2022/2023.Mohonkan doa restu utuk  kami para wali siswa tetap di beri kekuatan dan dimudahkan rizki dalam mendorong  anak anak kami nantinya,”ungkap Romli.

Untuk diketahui pelepasan purnasiswa diselenggarakan dengan tetap menggunakan protokol kesehatan, dengan jalan memakai masker, seluruh hadirin menggunakan masker untuk melindungi mereka dari bahaya Covid-19  mencuci tangan dilaksanakan ketika tamu undangan memasuki ruangan dan menjaga jarak aman ketika mereka berada di dalam ruangan.

Diakhir acaranya diumumkan siswa-siwa berprestasi peringkat Nilai UMBK tertinggi yaitu Susi Miftakhul Jannah. Peringkat Juara 1dari semester 1-6 diraih oleh Toyibah Sedangkan siswa teladan dinobatkan kepada Latifatul Khoiriah. (Rls-Krs)

Komentar