oleh

Status GAD Masih Level II

Silampari Online

EMPAT LAWANG- Hingga saat ini, status Gunung Api Dempo (GAD) masih berstatus level II atau waspada. Ini artinya, belum ada yang mesti dikhawatirkan bagi masyarakat di sekitaran GAD, walau masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan ancaman bahaya terhadap aktivitas vulkanik gunung api yang terletak di wilayah Kota Pagaraalam tersebut.

Hal ini disampaikan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Empat Lawang, Sahrial Podril kepada Harian Silampari, Senin (14/3).

Dikatakannya, untuk wilayah Kabupaten Empat Lawang merupakan salah satu wilayah terdekat dengan GAD. Karena dekat dengan GAD, tentu saja wilayah Kabupaten ini juga akan berdampak bencana jika terjadi letusan gunung api itu.

Sahrial menyebut, akan ada dua kemungkinan yang terjadi di wilayah Empat Lawang jika GAD erupsi. Antara lain, awan panas dan lahar dingin.

“Awan panas itu akan mengikuti arah hembusan angin saat itu terjadi. Jika angin berhembus ke Empat Lawang, maka awan panas itu berpotensi menyebabkan bencana di wilayah kita, kalau itu tidak, ya tidak,”jelasnya.

Menurut ia, sejauh ini pihaknya mendata, ada sekitar 10 Talang (Talang = sub Dusun, Dusun = sub Desa), yang dapat terancam awan panas tersebut, jika GAD erupsi.

“Masing-masing Talang ini, dihuni sekitar belasan kepala keluarga dan kita sudah membaca jalur evakuasi, jika GAD erupsi,”terangnya.

Kemudian sambung Sahrial, kemungkian lain yang akan terjadi di wilayah Empat Lawang jika GAD erupsi, adalah dampak aliran lahar dingin. Hal ini karena ada aliran sungai di Empat Lawang yang hulunya langsung dari kaki GAD.

“Lahar dingin ini membawa bermacam material salah satunya material belerang yang menyebabkan ikan dan habitat di sungai yang dilalui, mati. Kalau kita menyebut istilah lokalnya yakni ketubean,”bebernya.

Oleh karena itu, tambah Sahrial, masyarakat tidak terlalu panik berlebihan dengan status GAD yang masih level II. Sebab, petugas yang sudah diberi kewenangan terus melakukan pengamatan terhadap aktivitas vulaknik GAD hingga saat ini.

“Kami juga mengimbau, agar masyarakat jangan mau terpancing hoax tentang GAD. Pastikan informasi dan arahan datang langsung dari pemerintah,”imbuhnya. (frz)

Komentar