oleh

Siap-siap Dibongkar, Batas Waktu Tiga Hari sampai Tujuh Hari Kedepan

SOSIALISASI : Asissten I Pemkab Empat Lawang, Dadang Munandar didampingi Kepala Dinas Satuan Polisi Pamong Praja dan Linmas Kabupaten Empat Lawang, Asnan Ghozi saat mensosialisasikan rencana penertiban kawasan Pasar Tebing Tinggi, Selasa (22/3). Foto : Fahrurrozi/Harian Silampari.

Silampari Online

Siap-siap Dibongkar, Batas Waktu Tiga Hari sampai Tujuh Hari Kedepan

EMPAT LAWANG – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Empat Lawang memberikan batas waktu tiga hari sampai seminggu kedepan untuk para pedagang dan pemilik bangunan di sepanjang wilayah Pasar Tebing Tinggi agar membongkar sendiri lapak atau bangunan yang telah melanggar wilayah trotoar dan jalan.

Penegasan itu disampaikan Kepala Dinas Polisi Pamong Praja dan Linmas Kabupaten Empat Lawang, Asnan Ghozi kepada wartawan usai mensosialisasikan rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Empat Lawang, untuk menertibkan kawasan Pasar Tebing Tinggi, Selasa (22/3).

Pihaknya bersama Asisten I Pemkab Empat Lawang, Polres Empat Lawang, Koramil 0405-01 Tebing Tinggi, Dinas Perdagangan Kabupaten Empat Lawang, Dinas Perhubungan Kabupaten Empat Lawang dan Bagian Ekonomi Pembangunan Setda Empat Lawang beserta pihak-pihak terkait lainya baru saja mensosialisasikan rencana penertiban kawasan Pasar Tebing Tinggi dengan mendatangi langsung para pedagang kaki lima (PKL) dan pemilik bangunan yang disinyalir telah melanggar kawasan trotoar dan jalan.

“Mereka kita peringatkan agar tidak lagi menggelar lapak dagangan dan membangun bangunan di atas trotoar atau jalan. Bagi yang sudah terlanjur membangun suatu bangunan agar membongkar sendiri sebelum dibongkar paksa,” jelas Asnan.

Menurut Asnan, diberikan limit tiga sampai tujuh hari kedepan bagi para pemilik bangunan untuk membongkar sendiri bangunan yang sudah melanggar wilayah trotoar dan jalan. Pasalnya, dalam waktu yang belum ditentukan, pihaknya bersama tim gabungan segera melakukan penertiban terhadap bangunan liar dan para PKL yang berjualan di sembarang tempat di kawasan Pasar Tebing Tinggi.

“Intinya, kita ingin dari ujung kawasan Pasar Ilir hingga ujung kawasan Pasar Ulu atau sepanjang Jalan Letda Abubakardin Tebing Tinggi, harus steril dari PKL dan bangunan liar,” imbuhnya.

Selain itu, setelahg sosialisasi penertiban pasar, pihaknya dalam waktu dekat bersama stake holder terkait segera menggelar rapat untuk menentukan waktu yang tepat pelaksanaan penertiban. “Makanya, kita imbau kepada pemilik bangunan liar agar segera membongkar sendiri bangunannya. Bila tidak, kami sendiri yang akan bongkar,” tegasnya. (frz)

Komentar