oleh

Selebgram Cantik Tersandung Kasus Investasi Bodong

Selebgram cantik asal Palembang, Alnaura Karima Prames alias Kanau (29) terancam dijadikan  sebagai tersangka kasus penipuan investasi bodong. Saat ini Alnaura masih diamankan di Mapolsek IB I, Palembang, hingga Sabtu (15/1) sore.

Sehari sebelumnya, Alnaura mendatangi tim penyidik untuk dimintai keterangan sebagai saksi kasus dugaan penipuan dan penggelapan sebagai terlapor pada 7 September 2021 lalu.

“Kita lakukan pemeriksaan sebagai saksi kasus dugaan penipuan sejak Jumat (14/1) sore kemarin. Dan saat ini masih diamankan,” kata Kapolsek IBI I, Kompol Roy Tambunan, saat dikonfirmasi Sabtu sore.

Kompol Roy menegaskan, hingga Sabtu pagi sudah dilakukan gelar perkara sebanyak dua kali.

“Kita lakukan gelar perkara secara detail untuk menentukan unsur-unsur pidananya, apakah sudah terpenuhi atau belum. Jika sudah kita lakukan penetapan sebagai tersangka,” terang Roy saat dikonfirmasi di Mapolsek IB I.

Kompol Roy menambahkan, dalam kasus ini ada sekitar 10 orang korban dengan satu Laporan Polisi.

“Dari keterangan para korban sekitar modusnya menawarkan investasi bodong ini melalui insta story dan status WhatsApp termasuk akun medsos terlapor,” tandas Roy.

Dalam kasus dugaan penipuan tersebut, Selebgram cantik ini terancam dengan Pasal 372 dan 378 KUHP.

Salah satu korban investasi bodong yakni berinisial CG (29). Dia didampingi kuasa hukumnya Septalia Furwani SH MH, mengatakan sejak Jumat (14/1) sore sudah mendatangi Polsek IB I untuk menanyakan perkembangan laporan bernomor : STPL / 564-B1/ IX/2021/IB.I/Restabes/Polda Sumsel.

Ditemui di Polsek IB I, Septalia mengatakan, kliennya telah melaporkan Alnura seorang selegram dengan akun instagram @alnauraakp dalam perkara penipuan dan penggelapan yang membuat kliennya mengalami kerugian sebesar Rp50 juta.

Korban berasal dari profesi yang beragam yakni sekitar 15 investasi butik dan arisan online sebanyak tiga orang.

“Ada tambahan korban lagi hari ini, investasi sebanyak dua orang dan tiga arisan online,” terang Septalia.(dho)

Komentar