oleh

Periksa Keluarga Sopir dan Pemilik Truk

LUBUKLINGGAU – Korban tewas akibat peristiwa meledaknya truk tanki modifikasi bertambah. Korban tewas yakni Yusuf (25), pegawai bengkel yang juga anak pemilik bengkel las.

Diketahui korban pasca kejadian sempat kritis dan dilarikan ke Rumah Sakit (RS) di Kota Lubuklinggau. Peristiwa itu sebelumnya telah menewaskan Asmawi, sopir truk yang meledak. Korban tewas ditempat dengan kondisi mengenaskan.

“Yang kemarin kritis meninggal dunia,” kata Kapolres Lubuklinggau, AKBP Harissandi.

Seperti diberitakan sebelumnya, warga RT 03, Kelurahan Kenanga, Kecamatan Lubuklinggau Utara II, Rabu (13/4) sekitar pukul 15.00 WIB geger. Pasalnya sekitar lokasi, mobil truk cold diesel warna kuning BD 8432 BL meledak di bengkel las spesialis bak truk. Diduga ledakan itu dari tanki modifikasi didalam bak truk.

Menurut Kapolres, pihaknya saat ini masih melakukan proses pemeriksaan. Dan apabila ada unsur pidana, maka pihaknya akan memprosesnya.

Adapun pemeriksaan yang dilakukan Polisi yakni mulai dari keluarga sopir, bahkan pemilik kendaraan truk. Sedangkan untuk pemilik bengkel sendiri, Polisi mengaku belum melakukan pemeriksaan karena masih berduka.

“Kalau pemiliknya masih menunggu, karena masih berduka, setelah itu,” ungkapnya.

Kapolres menegaskan, akan tetap meindak pelaku-pelaku yang memodifikasi tanki kendaraan. Sebab iti tidak sesuai dengan standar yang dipakai oleh Pertamina.

“Tetap kita tindak. Dan hari ini kita laksanakan gelar peekara,” tegasnya.

Karena itu ia meminta masyarakat Lubuklinggau yang mengetahui agar menginformasikannya ke Polisi. Dan akan dilakukan tindakan. “Kalau ada yang melakukan modifikasi,” bebernya.

Polres Lubuklinggau juga beberapa waktu yang lalu telah melakukan penindakan terhadap kendaraan yang memodifikasi tanki bahan bakar. Termasuk mengamankan pelakunya.

“Makanya dari kemarin kita melakukan penindakan. Kenapa? Terjadi antrian dan disalah gunakan,” kata Kapolres.

Selain itu pihaknya juga setiap hari melalui Satgas BBM selalu upadate mengenai stok dan pengeluaran BBM di Kota Lubuklinggau.

“Kita selaku updare tiap hari karena perintah dari Mabes Polri. Kita awasi semuanya (SPBU),” pungkasnya.

Sebelumnya Kasat Reskrim Polres Lubuklinggau, AKP M Romi menjelaskan dugaan sementara kejadian bemula saat korban Yusuf melakukan gerinda tanki petak dalam truk tersebut. Dan diduga saat itu didalam tanki masih ada sisa minyak hingga menimbulkan percikan api.

“Mungkin karena percikan api menyambar sisa minyak, lalu meledak,” pumgkasnya.(ans)

Komentar