oleh

Pengendara Moge Damai dengan Korban, Polisi Tetap Usut Kasus

-Nasional-80 Dibaca

CIAMIS – Kasus dua anak kembar tertabrak konvoi rombongan pengendara motor gede (moge) di Jalan Raya Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, berakhir damai. Hanya saja, Kepolisian Resor Ciamis belum menetapkan status tersangka terhadap dua pengendara moge tersebut.

”Nanti kami laksanakan penyidikan dan gelar perkara untuk menentukan tersangka kasus itu,” kata Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Ciamis AKP Zanuar Cahyo Wibowo seperti dilansir dari Antara di Ciamis.

Dia menuturkan, polisi masih melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi di lokasi kejadian termasuk keluarga korban. Polisi telah mengamankan dua pengendara moge berikut motornya ke Markas Polres Ciamis untuk pemeriksaan lebih lanjut di Unit Laka Satlantas.

Dalam kasus itu, polisi akan menerapkan pasal 310 Undang-undang Lalu Lintas tentang Kecelakaan yang menyebabkan korban meninggal dunia dengan ancaman hukuman enam tahun penjara.

Sementara itu, Kabidhumas Polda Jawa Barat Kombespol Ibrahim Tompo memastikan polisi tetap memproses dugaan pidana tewasnya dua anak kembar akibat ditabrak pengendara moge di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Meski saat ini, telah ada perdamaian antara pengendara moge dan keluarga korban.

Menurut Ibrahim, perdamaian yang dilakukan antara pengendara moge dan keluarga korban tidak serta merta mengugurkan suatu proses pidana yang terjadi. ”Dalam hal ini, kita tetap konsisten untuk melakukan proses penyidikan sampai dengan selesainya berkas perkara,” kata Ibrahim di Bandung.

Ibrahim menilai, kesepakatan damai antara pengendara moge dan keluarga korban merupakan bagian dari langkah kemanusiaan yang ditempuh dua pengendara moge tersebut. ”Biasanya, itu hanya dijadikan sebagai bahan pertimbangan di proses pengadilan nanti,” tutur Ibrahim.

Dua anak yang ditabrak dua pengendara moge AN dan AG itu terjadi pada Sabtu (12/3) di Jalan Raya Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Pengendara moge itu melaju dari Kota Banjar menuju Pangandaran.

Kedua anak kembar berusia 8 tahun itu, awalnya berjalan di pinggir jalan. Kemudian salah satu dari anak kembar itu menyeberang jalan, namun ditabrak salah satu pengendara moge.

”Dan adik atau saudaranya mau menolong, tiba-tiba datang lagi motor gede satu lagi menabrak, akhirnya keduanya meninggal karena mengalami luka-luka di badan dan kepala,” papar Ibrahim.

Berdasar informasi, Ibrahim menambahkan, kedua pengendara moge itu tertinggal dari rombongan konvoi kelompoknya dalam perjalanan menuju Pantai Pangandaran. (jawapos.com/dom)

Komentar