oleh

Pengajuan Restoratif Justice Diterima, Tersangka Kasus Penganiyaan Dibebaskan

EMPAT LAWANG – Sempat menjalani masa tahanan selama kurang lebih dua bulan, Rohip (66) tersangka kasus penganiayaan akhirnya dibebaskan dari jeratan hukum setelah pengajuan restoratif justice atas dirinya diterima. Korban penganiayaan memaafkan tersangka.

Tersangka warga Desa Umo Jati, Kecamatan Lintang Kanan, Kabupaten Empat Lawang itu dibebaskan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Empat Lawang. Kini tersangka bersama pihak keluarga dapat bernafas lega, karena kasusnya tidak sampai ke pengadilan.

Kasi Pidum Kejari Empat Lawang, Andriyanto SH mengatakan, restoratif justice merupakan penyelesaian tindak pidana biasa bermotif ringan. Dapat ditempuh dengan mediasi penal disebut pendekatan restorative justice yaitu menitikberatkan pada adanya partisipasi langsung pelaku, korban dan masyarakat dengan memaknai tindak pidana.

Keadilan restoratif juga merupakan suatu kerangka berfikir yang baru yang dapat digunakan dalam merespon suatu tindak pidana bagi penegak dan pekerja hukum di Indonesia. “Dengan adanya restoratif justice, kami berharap harmonisasi hubungan antar manusia tetap bisa terjaga di Kabupaten Empat Lawang,” ungkap Andriyanto.

Semestinya, kata Andriyanto, peradilan pidana tidak sekedar dilihat sistem penanggulangan kejahatan. Melainkan dilihat sebagai masalah sosial (social problem) yang sama dengan kejahatan itu sendiri.

Pelaksanaan sanksi pidana tambah dia, perlu dihubungkan dengan kebijakan pembangunan manusia yang ingin membentuk manusia Indonesia seutuhnya. “Penggunaan sanksi pidana yang dikenakan kepada pelanggar harus sesuai dengan nilai-nilai kemanusiaan yang beradab,” tandasnya. (frz)

Komentar