oleh

Pemudik Harus Waspada, Ada Dua Titik Rawan Lakalantas

LUBUKLINGGAU – Arus mudik tahun ini diperkirakan meningkat. Sejumlah jalur mudik yang rawan terjadi kecelakaan lalu lintas (Lakalantas) dan macet telah dilakukan pemetaan.

Kasatlantas Polres Lubuklinggau, AKP Suwandi mengatakan di Lubuklinggau terdapat dua titik rawan lakalantas. Yakni di jalan lintas arah Jambi dan jalan kota. Apalagi jalan lintas dari Watas tidak bisa dilewati. Sehingga semua kendaraan lewat dalam kota.

“Kalau kita ini kan perlintasan, jadi pemudik yang melintas di Lubuklinggau meningkat dibandingkan dengan dua tahun sebelumnya,” katanya.

Ia menjelaskan, peningkatan pemudik tersebut dikarenakan euforia masyarakat pasca dua tahun dampak pandemi Covid-19 yang membuat pemerintah mengeluarkan kebijakan. Lain halnya dengan sekarang, pemerintah memberikan kebijakan dengan membolehkan mudik.

“Pasti tentunya kenaikan itu luar biasa. Diperkirakan ada seribu lebih kendaraan pemudik yang melintas di Lubuklinggau. Sebab kita perlintasan dari Jambi, Padang dan Bengkulu, didominasi roda empat” ujarnya.

Dan pihaknya telah mendirikan pos arus mudik dan balik lebaran dibeberapa titik di Kota Lubuklinggau. Jumlah pos tersebut berbeda dengan tahun sebelumnya yang hanya ada empat pos. Sekarang terdapat enam pos terdiri dari 4 Pospam dan 2 Posyan.

“Posyan didirikan di seberang Lippo sama di Bandara. Sedangkan Pospam di Simpang Periuk, Watas dan di Utara,” ungkapnya.

Selain itu, untuk titik kemacetan atau kepadatan kendaraan di jalur mudik di Lubuklinggau diperkirakan terjadi di aksea jalan dekat Lippo dan rel kereta api dekat Pasar Inpres. Dan masyarajat yang sudah libur, diimbau untuk mudik lebih awal agar tidak terjadi kepadatan.

“Lebih baik kalau memang sudah libur silakan mudik lebih awal dan jaga kesehatan,” jelasnya.

Suwandi juga mengimbau kepada masyarakat yang hendak mudik agar mengecek kendaraan. Kemudian saat meninggalkan rumah, kondisinya harus dipastikan dalam keadaan aman, baik listrik maupun kompor dimatikan.

Lebih lanjut, pihaknya juga telah melakukan langkah antisipasi bila terjadi kepadatan arus lalu lintas di jalur rel kereta dekat Pasar Inpres Lubuklinggau. Sebab dijalur tersebut biasanya mendekati hari raya, banyak aktivitas masyarakat pergi ke pasar. Sehingga terjadi kepadatan.

“Itu sudah kita antisipasi dan setiap pagi anggota disitu untuk menjaga supaya masyarakat tidak melawan arus, itulah yang terjadi kemacetan,” bebernya.

Kemudian untuk kemacetan di jalan-jalan utama di Kota Lubuklinggau juga dilakukan antisipasi. Mulai dari Simpang RCA sampai simpang Lapter. Dan nantinya akan ada pemasangan alat cone yang dipasang sebagai pembatas disekitar Lippo. Agar kendaraan tidak berputar terlalu dekat dilokasi itu dan menghindari kemacetan.

“Nanti ada pemasangan cone yang kita tarik pakai tali supaya nanti sekitar Lippo tidak terjadi kepadatan, kita pasang tali sepanjang 1 km. Lihat sikon, kalau padat kita pasang,” pungkasnya.(ans)

Komentar