oleh

Over Kapasitas, Penghuni Lapas Narkotika Capai 719 Napi dan Tahanan

Silampari OnlineĀ 

MUSI RAWAS- Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas II Muara Beliti mengalami over kapasitas hingga tiga kali lipat. Pasalnya, Lapas yang harusnya hanya berkapasitas untuk 289 orang, kini terisi hingga 719 orang yang terdiri dari narapida dan tahanan.

“Tertanggal 28 Juni, Lapas Narkotika Kelas IIA Muara Beliti yang harusnya memiliki kapasitas 289 orang dan saat ini terisi sebanyak 719 orang yang terdiri dari narapida dan tahanan, termasuk wanita sebanyak 19 orang sedangkan untuk anak-anak tidak ada,” kata Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Muara Beliti, Rudik Erminto kepada Musirawas Ekspres, Senin (28/6/2021).

Dikatakannya, dengan adanya over kapasitas, maka pihaknya harus melakukan pembinaan dan pengamanan secara baik, dalam artian bahwa meskipun over kapasitas pembinaan tetap bisa dilaksanakan, baik pembinaan jasmani dan rohani.

“Untuk pembinaan rohani yakni pembinaan agama, baik bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP) Islam, Kristen maupun Budha. Untuk WBP Islam sendiri, dilaksanakan santri setiap hari, baca tulis Al-Qur’an, ceramah dan sholat dhuha berjamaah. Sedangkan untuk WBP Kristen kita mendatangkan pendeta dari luar,”terangnya.

Kemudian, untuk pembinaan jasmani dilaksanakan senam pagi setiap harinya, setiap Sabtu, dilaksanakan senam bersatu dengan petugas.

Selain itu, untuk total kamar di Lapas Narkotika Kelas IIA Muara Beliti sendiri terdapat 64 kamar untuk blok laki-laki, sedangkan untuk blok perempuan ada empat kamar, blok untuk isolasi ada sembilan kamar yang terdiri dari enam kamar terang dan tiga kamar gelap.

“Kalau untuk penghuni masing-masing blok berbeda, karena jumlah kamar untuk blok Angsa dan Banggau berjumlah embilan kamar besar, dan blok Dara dan Camar berjumlah 12 kamar dan 12 kamar. Tentunya, beda kamar beda isi,”bebernya.

Hanya saja, secara keseluruhan untuk penghuni Blok Angsa sekitar 230 WBP lebih, Blok Dara 160 WBP lebih, Blok Camar 160 WBP lebih dan yang saat ini masih rehab sekitar 230 WBP. Jadi, setiap kamar berbeda isinya, dengan beda luas kamar ada yang berjumlah 24 orang ada juga yang 12 orang setiap kamar.

“Kalau memang untuk perkapasitas, memang tidak mencukupi, tapi masih bisa untuk WBP melaksanakan kegiatan sholat dikamar. Jadi masih ada ruang longgar di kamar. Jadi tidak terlalu penuh,”bebernya.

Mengenai ada atau tidaknya gesekan antara WBP didalam Kamar. Maka diakuinya, sebenarnya gesekan-gesekan diantara WBP didalam tentu ada, namun kita berusaha membuat agar seluruh WBP bisa menyadari bahwa penderitaan mereka sama-sama.

“Jadi tidak ada yang merasa jago, tidak ada yang merasa baik dan tidak ada yang merasa unggul. Karena kalau sudah didalam sini (lapas, red) merupakan satu penderitaan,”tegasnya.

Bahkan masih katanya, setiap WBP yang melakukan kesalahan, akan diberikan hukuman disiplin.

“Kalau dibukunya kita sebut dalam register F. Mereka yang melanggar hukum disiplin, tentunya tidak bisa diajukan mendapat remisi dan tidak bisa mendapatkan pembebasan bersarat dan tidak ada cuti menjelang bebas, atau cuti bersarat dan asimilasi lainnya,”pungkasnya. (Mureks)