oleh

Miris, Ditengah Pandemi Harga Karet Kembali Turun

Silampari Online 

MUSI RAWAS- Harga karet di tingkat petani saat ini mengalami penurunan harga menjadi Rp8.000 perkilogramnya, dari harga sebelumnya sebesar Rp9.000 perkilogramnya. Penurunan harga dikarenakan kadar air dalam hasil karet yang cukup tinggi, ditambah dengan musim penghujan yang terjadi beberapa pekan terakhir.

Robi salah seorang pengepul karet di Desa Bumi Agung Kecamatan Muara Beliti Kabupaten Musi Rawas (Mura) mengatakan, musim penghujan yang terjadi beberapa pekan terakhir, bukan hanya berdampak pada turunnya produksi karet petani, juga berdampak terhadap harga yang juga ikut turun.

“Sekarang harga karet ditingkat petani hanya Rp8.000 perkilonya, padahal sebelumnya mencapai Rp9.000. Penurunan harga terjadi setelah musim hujan yang terus turun di wilayah Desa Bumi Agung khususnya,”kata Robi, Selasa (7/9/2021).

Baca juga; Promosikan Objek Wisata dan Ekonomi Kreatif melalui Aplikasi “Giwang”

Dikatakannya, harga karet sangat dipengaruhi dengan kadar air yang terkandung didalamnya. Sedangkan karet yang ia beli langsung dari petani kadar karetnya cukup tinggi, mulai dari 45 persen hingga 47 persen. Bahkan, tidak sedikit juga ada yang hingga 50 persen.

“Mungkin faktor cuaca yang beberapa hari terakhir sering turun hujan, sehingga kadar air didalam hasil hasil cukup tinggi. Apalagi, saya beli karet langsung dari petani yang baru selesai dicetak, tentu kadar airnya sangat tinggi,”terangnya.

Sementara itu, Ependi salah seorang petani karet di Desa Bumi Agung mengaku, harga karet mengalami penurunan, dikarenakan cuaca tengah hujan meskipun begitu dirinya berharap harga karet dapat kembali naik. Mengingat saat ini kondisi ekonomi masyarakat yang anjlok karena pandemi Covid-19.

“Penghasilan hanya dari hasil karet, sempet bersyukur karena harga karet naik, tapi sekarang justru turun lagi. Kami harap pemerintah bisa membantu petani karet dengan menstabilkan kembali harga karet seperti sedia kali,”pungkasnya. (Kris)

Komentar