oleh

Massa Geruduk Kantor Dinsos Empat Lawang 

SILAMPARI ONLINE,

EMPAT LAWANG – Puluhan warga yang mengaku dari Desa Babatan Kecamatan Lintang Kanan, mendatangi Kantor Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Empat Lawang, Rabu (6/10).

Kedatangan warga yang mayoritas ibu-ibu tersebut gara-gara tidak mendapatkan lagi bantuan pemerintah melalui program keluaga harapan (PKH) sejak beberapa bulan terakhir. Karenanya mereka menyampaikan tiga tuntutan kepada Dinas Sosial Kabupaten Empat Lawang.

“Kami nuntut kami tidak dapat PKH lagi ini, sudah tiga kali kami tidak dapat lagi, dari bulan 3 sampai sekarang. BLT tidak dapat, bantuan-bantuan lain tidak dapat semua, itulah keluhan kami,” kata salah seorang warga Desa Babatan yang ikut mendatangi Kantor Dinas Sosial Empat Lawang tersebut, Yunita.

Dirinya lanjut Yuni, mengaku sudah 3 bulan kartu PKH miliknya terblokir. “Kenapa tidak dari dulu kalau terblokir. Untuk itu kami berharap pendamping PKH serta agen e-Warung untuk diganti,” inbuhnya.

Sementara itu, Sekertaris Dinsos Kabupaten Empat Lawang, H Rachmad Riyandi mengaku menerima aspirasi dari masyarakat, terkait bantuan sosial. Apabila ada yang tidak benar akan dibenahi.

“Karena tugas Dinas Sosial adalah mensejahterakan masyarakat, tujuan mereka datang ini menyampaikan kepada kami, kekurangan-kekurangan petugas kami di lapangan,” ungkap Riyandi.

Tuntutan mereka ini sambung Riyandi, meminta evaluasi pendamping PKH, membenahi data DTKS dan e-Warung yang nakal agar dibina.

“Pendamping akan kita evaluasi pendamping PKH, Insyaallah dalam waktu dekat kita akan evaluasi pendamping ini, memang dari bulan kemarin kami sudah rapat akan ada evaluasi pendamping PKH ini,” katanya.

Dia juga menambahkan, untuk e-Warung, dirinya tidak menutupi jika memang ada saja e-Warung yang nakal, pihaknya sudah membuat surat peringatan kepada e-Warung yang nakal tersebut.

“Sudah kita buat SP 1, SP 2, kita kan punya tahapan tidak bisa sekaligus, kita bina, kalau tidak bisa lagi dibina, ya kita lakukan tahapan terakhir mungkin ada pengalihan atau apa,” tukasnya. (frz)

 

Komentar