oleh

Masih 10 Perusahaan Belum Kantongi HGU

Silampari Online 

MUSI RAWAS- Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kabupaten Musi Rawas (Mura) memastikan setidaknya ada dua perusahaan perkebunan yang sudah mengurus Hak Guna Usaha (HGU). Sedangkan, 10 lainnya belum melakukan pengurusan.

Hal ini disampaikan Kepala BPPRD Kabupaten Mura, Sunardin saat diwawancarai Harian Silampari, Senin (4/4) diruang kerjanya.

Dikatakannya, bahwa untuk tahun ini ada dua perusahaan perkebunan yakni PT Gunung Sawit Selatan Lestari (GSSL) dan Agro Kati Makmur (AKL) yang melakukan pengurusan HGU. Namun, kendati begitu baru PT GSSL yang sudah keluar HGU nya seluas 2000 hektar satu hamparan di TPK dari 10 ribu izin lokasi yang dikeluarkan.

“Untuk sementara ini baru PT GSSL yang sudah keluar HGU nya. Sedangkan, untuk PT AKL masih diproses,”jelasnya.

Dikatakannya, kendati HGU nya sudah keluar. Namun, PT GSSL belum melunasi kewajibannya yakni membayar Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) yang merupakan pungutan yang dikenakan setiap kali terjadi perolehan hak atas tanah, bangunan, maupun rumah.

“Untuk PT GSSL Rp10-12 Miliar. Sedangkan, PT AKL baru membayar separuhnya yakni kurang lebih Rp14 miliar dari 7600 HGU yang diajukan,”terangnya.

Hanya saja, bilamana hingga enam bulan kedepan BPHTB tidak dibayar. Maka HGU perusahaan akan dicabut atau dianulir sebagaimana aturan yang ada.

Mengenai batas waktu HGU yang dikeluarkan sendiri. Maka dirinya mengakui selama 35 tahun dan hanya membayar BPHTB satu kali ketika HGU nya keluar. Sehingga, dengan begitu jika dikalkulasikan setiap tahunnya dari batas waktu HGU habis maka tidaklah banyak dibandingkan incumb atau hasil perusahaannya setiap bulannya.

Terlepas dari itu, dirinya mengimbau untuk perusahaan lain yang belum ada HGU dapat sesegera mungkin melakukan pengurusan. Sebab, disamping sudah menjadi kewajiban maka daerah akan diuntungkan dengan mendapatkan pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor BPHTB nya. Apalagi, untuk tahun ini target BPHTB mencapai Rp157 miliar dan baru terealisasi kurang lebih Rp14 miliar. (Kris)

Komentar