oleh

Malin Kundang Gebuki Ibu Kandung

 

KEPAHIANG – Penganiayaan terhadap ibu kandung terjadi di Kabupaten kepahiang.

Sebut saja namanya Malin Kundang (15) –bukan nama sebenarnya — , anak ini diduga menganiaya ibu kandungnya sendiri, tidak hanya dengan tangan kosong, tetapi juga menggunakan sepotong kayu yang dihantamkannya secara bertubi-tubi pada ibu kandungnya sendiri.

Korban yang tidak terima dengan apa yang sudah dilakukan putranya tersebut, langsung melaporkan peristiwa yang dialaminya ke Mapolsek.

Kapolres Kepahiang AKBP Suparman SIK, MAP melalui Kapolsek Ujan Mas Iptu Teguh Prasetyo, S.IK yang dikonfirmasi membenarkan adanya laporan seorang ibu kandung terhadap anaknya, karena telah menjadi korban penganiayaan dari anak kandungnya sendiri.

Diceritakan Kapolsek peristiwa ini terjadi pada Kamis (11/11) sekira pukul 15.00 WIB saat Malin Kundang pulang ke rumah dan langsung membungkus nasi untuk teman-temannya.

Korban yang melihat hal tersebut langsung menegur Malin untuk tidak membungkus nasi dan mengajak teman temannya makan dirumah saja
“Dang ba mukus mei, muk nak yo bae, kajak kwat nu muk mei minai” yang dalam bahasa Indonesianya “Jangan bungkus nasi, ajak kawan makan disini aja,” sampai korban.

Mendengat teguran sang ibu, Malin spontan marah dan mengancam akan membunuh ibunya.
“Tak ku monoak mak be” –aku bunuh mak kelak,” katanya.

Masih dijelaskan Kapolsek, korban yang mengira hal tersebut hanya ucapan dari Malin tidak terlalu menghiraukan apa yang disampaikannya.

Kala itu Malin terus keluar rumah dan menendang sepeda motor yang terparkir didalam. Tidak hanya sampai disitu, Maling langsung mengambil sepotong kayu yang berada disamping rumahnya dan langsung menghantamkannya sebanyak 2 kali kearah kepala korban.

Untung saja kejadian itu sempat dilihat tetangga korban dan langsung mencoba untuk melerai dan mengambil kayu yang dipegang oleh anak durhaka tersebut. Namun hal itu tidak menyurutkan emosi Malin yang dengan beringasnya kembali memukuli kepala ibunya dengan tangan kosong. Setelah puas melampiaskan amarahnya, Malin anak durhaka tadi langsung pergi meninggalkan ibunya dengan terus menahan rasa sakit.

“Benar kami ada menerima laporan dari korban penganiayaan yang dilakukan oleh ibu anak kandungnya sendiri,” sampai Kapolsek.

Dijelaskanya, karena peristiwa ini terjadi dalam rumah tangga, pihaknya dan perangkat desa setempat telah berupaya untuk melakukan mediasi penyelesaian dari perkara ini. Hanya saja tegas Kapolsek korban yang tidak lain adalah ibu kandung dari pelaku tidak menerima dan tetap ingin memperkarakan kasus tersebut.

“Terlapor sudah kami amankan, beserta dengan barang bukti sepotong kayu berbentuk persegi panjang berukuran 51 Cm yang digunakan anak terlapor memukuli ibunya,” tukas Kapolsek. (curup.radarbengkuluekpres.co)

Komentar