oleh

Lahan Plasma Beliti Jaya Digunakan Alat Gratifikasi dan Balas Jasa

Silampari Online 

MUSI RAWAS- Salah satu faktor penyebab berkurangnya jumlah luasan lahan tambahan 0.25 bagi 261 anggota peserta kemitraan plasma kebun kelapa sawit divisi 3.1 Desa Beliti Jaya yang dikelola oleh KUD Sadar Sejahtera selain dikuasai oleh oknum dengan modus menggunakan nama pinjaman ternyata terungkap fakta baru. Dimana keberadaan lahan tersebut juga disinyalir digunakan sebagai alat gratifikasi dengan dalih balas jasa.

Fakta tersebut terungkap melalui penuturan salah seorang mantan pengurus KUD SS sekaligus penggagas perkebunan sawit plasma di Desa Beliti Jaya Toto Wardoyo saat di temui Silampari Online di kediamannya pada, Minggu (18/7/2021) lalu.

Menurut penuturan Toto Wardoyo hal tersebut dilakukan untuk melancarkan urusan proses birokrasi pada waktu pembentukan lahan plasma.

“Tidak bisa dipungkiri untuk memudahkan proses birokrasi kita memerlukan cara, salah satunya dengan memberikan imbalan kepada mereka yang telah memiliki peranan ikut andil menyukseskan pembangunan plasma di wilayah Desa Beliti Jaya,”jelasnya.

Dikatakannya, pembagian lahan balas jasa tersebut diberikan kepada masyarakat dan instansi terkait. Beberapa tokoh masyarakat di Desa Beliti Jaya diberikan lahan balas jasa masing-masing 2 Ha, kemudian kepada pegawai pada instansi terkait mulai dari pegawai Kecamatan sampai kepada tukang ukur lahan dari pertanahan.

Selain itu, dimasa sewaktu dirinya masih menjadi pengurus KUD SS lahan tambahan 0.25 Ha tidak dibagikan dalam bentuk lahan tetapi hanya hasilnya saja yang diterima oleh 261 anggota.

“Pada saat saya jadi pengurus lahan tersebut tidak dibagikan tetapi anggota hanya menerima hasilnya saja. Sehingga anggota tidak dapat mengetahui bahwa ternyata lahan tersebut tidak cukup luasannya jika dibagikan kepada 261 pemilik yang ada,”bebernya.

Tetapi ternyata setelah ia berhenti menjadi pengurus lahan tersebut dibagikan dan akhirnya saat ini menimbulkan kegaduhan karena anggota jadi tahu jika lahan tersebut tidak cukup jika dibagi masing-masing 0.25 Ha. Kemudian jika saat ini masih terdapat potensi lahan yang dapat digunakan untuk mencukupi lahan 0.25 Ha kepada 261 anggota.

“Potensi lahan tersebut masih ada, misalnya luasan lahan di wilayah Dusun 2 seluas 7Ha, kemudian lahan di Dusun 1 4Ha yang saat ini Kepemilikan nya sudah diakui perorangan, ada juga lahan di Dusun 3 seluas 1Ha, semuanya masih ada dan itu bisa dikembalikan nantinya saat Replanting dilakukan, tinggal lagi ada keberanian tidak untuk mengembalikan lahan tersebut,”pungkasnya. (Musyanto)

Tentang Penulis: admin

Gambar Gravatar
Harian Silampari merupakan nama daerah di Bumi Silampari yang memiliki tiga wilayah satu kota dan dua kabupaten di provinsi Sumsel