oleh

KKKS TEP dan Polres Musi Rawas Lakukan Simulasi Fire Drill


SILAMPARI ONLINE,

MUSI RAWAS-Guna mengantisipasi terjadinya kebakaran, tentunya harus ada persiapan setiap perusahaan-perusahaan, salah satunya Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Tropik Energi Pandan (TEP).

TEP merupakan mitra pemerintah Republik Indonesia melalui SKK Migas yang mengemban tugas, untuk melaksanakan kegiatan eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi demi memenuhi kebutuhan energi nasional.


Kapolres Musi Rawas AKBP Efrannedy didampingi Kabag Ops Kompol Feby Febriyana, Kasat Reskrim AKP Alex Andrian, Kasat Samapta AKP Heri Hurairoh dan Kasat Binmas AKP Harun Azhari terjun langsung melakukan pengecekan dan persiapan serta melihat simulasi fire drill, kali ini pengecekan tersebut dilakukan ke KKKS TEP di  Kabupaten Mura, Rabu (22/09/2021).

Kunjungan tersebut, disambut langsung, Humas KKKS Tropik Energi Pandan. ” Sengaja melakukan pengecekan dan persiapan, dalam rangka mencegah dan antisipasi Kebakaran serta kesiapan sarana dan prasarana alat pemadam ” kata Efrannedy (22/09/2021).

Kapolres menjelaskan, selain itu hal ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana perusahaan untuk mencegah serta melakukan pemadaman kebakaran apabila terjadi kebakaran pada saat masuk musim kemarau. ” Maka dari itulah, dilakukan pengecekan ini ” tegasnya.

Lebih lanjut, Kapolres menjelaskan, setelah dilakukan pengecekan begitu juga terhadap tim. Dimana tim tersebut yang mana sudah dibentuk, begitu juga dengan persiapan sarana dan prasana yang dimiliki baik kelengkapan perorangan atau kelengkapan regu untuk pemadaman kebakaran lahan cukup baik.

” Terbukti, dilihat telah dibuatnya Embung Air dan dilengkapi alat Pemadam Kebakaran, artinya dalam hal ini, KKKS Tropik Energi Pandan sudah ada kesiapan dalam rangka melakukan cegah Kebakaran ” ucap kapolres Mura itu.

Kapolres juga berharap,  kiranya kepada seluruh pegawai perusahaan, pemerintah pedesaan, kelurahan hingga kecamatan serta seluruh masyarakat untuk bersama-sama serta saling bergotong royong apabila terjadinya karhutla. Sebab, tanpa adanya kerjasama satu sama lainnya, maka hal tersebut tidak akan bisa terwujud dengan mudah.

” Sekaligus, Saya menghimbau, kepada seluruh masyarakat di Kabupaten Mura, untuk bersama-sama menjaga hutan dan lahan, jangan membuka lahan dan kebun dengan cara membakar, jangan membuang puntung rokok, serta menyalahkan api yang bisa membuat terjadinya karhutla,” imbau Kapolres AKBP Efrannedy yang menggunakan seragam coklat dengan Melati Dua di pundaknya. (rilis)

Komentar