oleh

Kenaikan Harga Karet Tak Sebanding Sembako

-Pali-76 Dibaca

PALI – Walaupun harga getah karet pada minggu ini di atas Rp10 ribu perkilogram, petani di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) masih mengeluh.
Pasalnya, menjelang bulan puasa yang tinggal sebentar lagi, sejumlah bahan pokok mulai mengalami kenaikan. Belum lagi harga minyak goreng masih mahal dan langka di pasaran.
Heru, petani karet asal Desa Karta Dewa, Kecamatan Talang Ubi, mengakui harga getah karet kualitas mingguan pada Senin (14/3/2022) sedikit mengalami kenaikan.
“Minggu lalu, harga karet antara Rp10.200 – Rp10.300 per kilo. Tapi, minggu ini naik sedikit menjadi Rp10.500 per kilo. Walaupun harganya naik, tapi belum sebanding dengan harga bahan pokok yang juga mulai naik,” ucapnya.
Senada dengan itu, Akwan petani karet lainnya menuturkan, meskipun harga karet naik, namun saat ini cuaca tidak menentu karena masa transisi memasuki musim kemarau.
“Produksi getah berkurang karena kadang hujan, kadang panas terik, sehingga daun pohon karet banyak berguguran. Sekarang kami hanya pasrah dengan kondisi ini. Terpenting penghasilan kami bisa menutupi kebutuhan sehari-hari,” tuturnya.
Sementara, Plt Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagprin) Kabupaten PALI, Ahmad Deni mengatakan, harga karet mengikuti pasar global, sehingga pihaknya tidak bisa mengintervensi.
“Kalau untuk minyak goreng, kita masih berkoordinasi dengan pihak distributor untuk menambah kuota pasokan ke PALI. Kita berencana mengadakan operasi pasar murah di setiap kecamatan. Tapi masih melihat kondisi keuangan terlebih dahulu,” pungkasnya. (JOE)

Komentar