oleh

Jual Kulit Sapi Berformalin, IRT Kembali Ditangkap

LUBUKLINGGAU -Masyarakat diimbau untuk berhati-hati dalam membeli makanan yang akan dikonsumsi. Dan harus jeli memilihnya, apalagi makanan itu layak dikonsumsi atau tidak.

Sebab Satreskrim Polres Lubuklinggau bersama BPOM baru-baru ini menemukan makanan berupa kulit sapi atau kikil dari oknum pedagang yang diduga mengandung formalin. Itu terungkap saat rilis ungkap kasus di Polres Lubuklinggau, Senin (4/4).

“Kita merilis temuan dilapangan yaitu kulit sapi berformalin,” kata Kapolres Lubuklinggau, AKBP Harissandi didampingi Kasat Reskrim, AKP M Romi.

Polisi mengamankan barang tersebut dari seorang oknum pedagang yang diketahui Ibu rumah tangga (IRT) yakni EY. Pelaku biasa menjualnya di pasar didaerah Megang di Jl Kemuning, RT 06, Kelurahan Puncak Kemuning, Kecamatan Lubuklinggau Utara 2.

“Sudah beredar dimasyarakat dan kita temukan sampelnya,” ujar Kapolres.

Dilapangan pihaknya mengajak serra BPOM melakukan pengecekan di pasar. Dan ditemukan yaitu kukit sapi berformalin sebanyak 100 Kg.

“Kulit ini sebenarnya tidak layak dikonsumsi oleh masyarakat,” ungkapnya.

Namun oleh oknum pedagang tersebut, diberi formalin biar awet, tidak bau dan dapat dijual terus.

“Pasal yang kita terapkan yaitu pasal 136 No 18 tahun 2012 tentang pangan. Ancaman hukumannya 5 tahun,” terangnya.

Kapolres menambahkan, pengawasan bahan makanan terus dilakukan pihaknya mendekati dan memasuki bulan Ramadhan. Pengecekan dan pengawasan dilakukan di pasar maupun yang diedarkan oleh toko-toko.

Sementara pelaku EY yang diamankan berikut dengan barang bukti 100 Kg kulit sapi diketahui pernah dipenjara dalam kasua yang sama. “Yang bersangkutan sudah pernah masuk penjara dengan kasus yang sama mengedarkan kulit sapi yang  berformalin. Dan sekarang Ibu ini kita jadikan tersangka,” timpalnya.

Pengakuan pelaku EY, sehari ia dapat menjauk antara 20 kg sampai 50 kg kulit sapi. Harga perkilo Rp24 ribu.(ans)

Komentar