oleh

Hasil Penilaian, PT DAM Tak Ditemukan Karbon Tinggi

Silampari Online 

MUSI RAWAS- PT Dapo Agro Makmur (DAM) menggelar penilaian Nilai Konservasi Tinggi-Stok Karbon Tinggi (NKT-SKT) secara terpadu. Hasilnya, tak ditemukan karbon tinggi diwilayah operasional perusahaan tersebut.

Senior Manajer PT DAM, Burlian Usman mengatakan, bahwa pihaknya melaksanakan kegiatan penilaian NKT- SKT terpadu di areal PT DAM kepada seluruh  stakeholders di Kecamatan Bulang Tengah Suku (BTS) Ulu khususnya dan Kabupaten Mura pada umumnya.

Dikatakannya, tujuan dilaksanakannya kegiatan ini yakni .enjaring informasi dan masukkan yang  konstruktif dari parapihak/ pemangku kepentingan terkait  dengan hasil penilaian NKT- SKT terpadu di areal PT DAM. Dimana, NKT merupakan Nilai Biologis, Ekologis, Sosial atau Kultural yang Memiliki Signifikansi Luar Biasa atau Peranan yang Sangat Penting, ditetapkan dalam Common Guidance HCV Assessment  2017.

Menurut ia, setidaknya ada ada 6 Nilai NKT diantaranya NKT 1 (Spesies (Flora/TumbuhanFauna/Satwaliar) Langka, Terancam atau Terancam Punah (RTE), Spesies Endemik, Konsentrasi Spesies (Spasial dan Temporal), Konsentrasi KEHATI, Kawasan Lindung KEHATI.

Selanjutnya, NKT 2 (Ekosistem Level Lanskap Luas, Mosaik Ekosistem, dan Lanskap Hutan Utuh, Populasi Layak dari Sebagian Besar Spesies Alami, Pola Distribusi dan Jumlah yang Alami). Sedangkan, NKT 3(Ekosistem Langka secara Alami (Hutan Karst Batu Gamping, Inselberg, Hutan Montana, Hutan Sungai di Zona Tandus), Ekosistem yang Langka secara Antropogenik (Padang Rumput dengan Banjir  Musiman, Fragmen Hutan Primer),Ekosistem yang Terancam atau Terancam Punah, Ekosistem Terancam (Nasional, Internasional).

Kemudian, NKT 4 (Kawasan Air, Zona Banjir, Rezim Aliran Sungai (Hilir), Pemeliharaan Kualitas Air, Kawasan & Sempadan Air Bersih dan Pengendali Banjir (Sungai, Mata Air, Gambut), Perlindungan terhadap Angin, Penyedia Jasa Penyerbukan, Pengendali Erosi & Lereng Rentan, Kawasan Perlindungan Kebakaran, Pembibitan dan Pemijahan Ikan (Ekosistem Pesisir yang Sensitif), Tingkat Kesuburan Tanah Rendah).

Selain itu, NKT 5(Karakteristik Masyarakat dan Akses pusat kesehatan, Kebutuhan Dasar Pokok (Pangan, Air, Papan), Peramu, Berburu, Pengembala Nomaden). Terakhir NKT 6 (Nilai Budaya Lokal, Situs Sejarah, Cagar Budaya (Lokal, Nasional))

Ia menambahkan, untuk lokasi pengumpulan data PT DAM sendiri. Maka diakui setidaknya ada 8 Desa di Kecamatan BTS Ulu terdiri dari Pangkalan Tarum, Lubuk Pauh, Pelawe, Tambangan, Raksa Budi, Mulyo Harjo,Sungai Naik, Trimukti.

Sedangkan, lokasi identifikasi yang menjadi kandungan nilai NKT 1,4, dan 5 terdiri dari sungai Melekai dan Sempadannya, Sungai Kikim dan Sempadannya, Sungai Tigabano dan Sempadannya, Sungai Mangan dan Sempadannya, Sungai Tanam dan Sempadannya, Sungai Tengkuyung dan Sempadannya, Sungai Peneban dan Sempadannya, Sungai Gembong dan Sempadannya, Sungai Putih dan Sempadannya, Sungai Rangas dan Sempadannya, Sungai Sungsang dan Sempadannya, Daerah Sebaran Gajah Sumatera Potensi NKT 1, 2, Penjage Kerio Caduk NKT 6, Penjage Tanah Abang NKT 6 dan Penjage Bukit Tampui NKT 6.

Mengenai untuk SKT sendiri. Maka dirinya mengakui kalau untuk SKT yakni Areal berhutan yang memiliki kandungan karbon sebesar > 35 ton C/ha, Kelas Tutupan Lahan SKT yakni Hutan Regenerasi Muda (HRM) (Cadangan Karbon sebesar 35 –  75 ton C/ha)
Hutan Kerapatan Rendah (HK1) (Cadangan Karbon sebesar 75 –  90 ton C/ha), Hutan Kerapatan Menengah (HK2) (Cadangan Karbon sebesar 90 –  150 ton C/ha), Hutan Kerapatan Tinggi (HK3) (Cadangan Karbon sebesar > 150 ton C/ha).

Terlepas dari itu, dari tutupan lahan PT DAM berdasarkan interpretasi Citra Satelit Sentinel tahun 2020 didominasi oleh Perkebunan Campuran dengan nilai potensi stok karbon rata-rata 30,18 Ton C/ha. Karena nilai potensi karbon < 35 Ton C/ha, maka di areal PT DAM tidak ditemukan Stok Karbon Tinggi. Namun, PT DAM ditemukan areal dengan Konservasi Tinggi.

Hanya saja, untuk ancaman areal NKT di PT DAM Perburuan satwa liar dan penebangan pepohonan oleh sebagian masyarakat sebagai pemilik lahan tersebut yang akan berladang dan atau peremajaan fungsi dari ladang tersebut dengan cara lokal atau turun temurun seperti membakar kayu tumbangan tersebut setelah dianggap kering. Sehingga, Pengelolaan dan Pemantauan areal NKT di PT DAM Melakukan penandaan batas dan pemeliharaan tanda batas areal sempadan sungai, Melakukan sosialisasi NKT secara internal dan eksternal, Melakukan pencegahan, perlindungan, dan penanggulangan gangguan-gangguan terhadap areal pengelolaan NKT (perburuan satwaliar dan konversi areal) melalui kegiatan pemasangan dan pemeliharaan tanda NKT di jalur akses strategis, serta patroli secara rutin, Melakukan koordinasi dengan instansi-instansi terkait dalam rangka mengurangi perburuan liar dan konversi lahan. (Rls-Krs)

Komentar