oleh

Harga Minyak Goreng di Curup Melambung, Pedagang Menjerit

CURUP |SO-Harga minyak goreng (Migor) kemasan di Curup, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu melambung. Harga tertinggi yang beredar di pasar tradisional Curup menyentuh angka Rp 18 ribu per liter. Harga sebelum alami kenaikan ada di angka Rp 14 ribu per liter. Dampak dari kenaikan harga minyak goreng yang terjadi membuat sejumlah pedagang di Pasar Atas mengeluhkan sepinya pembeli.

Demikian seperti yang dikatakan Jauhari (40), seorang pedagang sembako di Pasar Atas Curup. Dikatakannya, kenaikan harga minyak goreng kemasan terjadi sudah sekitar sepekan lalu dan semenjak harganya mengalami kenaikan dagangannya perlahan sepi pembeli.

Baca Juga : Budidaya Jangkrik di Tengah Pandemi Berpotensi Untung Besar

“Ya sejak harga minyak goreng kemasan ini melonjak, para pembeli mulai berguyuran sepi karena kanaikan harga yang cukup tinggi dari biasanya,” katanya kepada jurnalis, Minggu (31/10) kemarin.

Dirinya menerangkan, adapun merek minyak goreng kemasan yang dimaksud adalah merek Fortune, Sanco dan Bimoli. Menurutnya merek tersebut yang paling banyak digunakan dan diminati masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Merek-merek di atas tadi yang paling banyak digunakan sama masyarakat, terangnya.

Baca Juga : DW Naik Pitam Nekat Gorok Leher Istri

Hal senada juga diungkapkan Asep (27), seorang pedagang sembako di Pasar Atas Curup. Dirinya menuturkan respon masyarakat ketika berbelanja dan mengetahui harga minyak sudah naik, cukup terkejut.
“Ada orang ini yang memang baru tau harganya naik, jadi terkejut mereka. Terus ada juga yang sudah tau tapi ingin memastikan sendiri ke pasar berkeliling untuk mencari toko dengan harga yang mungkin sedikit miring,” tuturnya.

Namun meskipun mahal, masyarakat mau tidak mau tetap membeli. Lantaran minyak goreng merupakan salah satu kebutuhan pokok dalam rumah tangga yang tidak bisa ditinggalkan.
“Ya kadang juga mereka tetap membeli, kalau tidak bagaimana mau memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti memasak,” singkatnya. (CW1)

Komentar