oleh

Diduga Pelaku Pelecehan Mahasiswi Unsri, Besok Polisi Bakal Panggil Oknum Dosen

Silampari Online – Proses penyidikan kasus pelecehan seksual yang dialami DR (22), mahasiswi Universitas Sriwijaya (Unsri) terus digeber tim penyidik Subdit 4 Renakta Ditreskrimum Polda Sumsel.

Sejumlah saksi pelapor, Kamis (2/12) kembali dipanggil untuk diminta keterangan setelah sebelumnya tim penyidik melakukan olah TKP di Unsri Indralaya.

Kasubdit 4 Renakta Ditreskrimum Polda Sumsel, Kompol Masnoni, SIK menjelaskan korban sering kali menangis saat dimintai keterangan terkait kronologis kejadian yang dialaminya.

“Jiwanya rapuh. Kemungkinan besar korban mengalami trauma karena mencoba untuk tidak mengingat-ingat lagi kejadian. Namun, keterangannya sangat kita perlukan untuk melngekapi pemeriksaan termasuk juga olah TKP yang kita lakukan sebelumnya,” terang Masnoni, saat dikonfirmasi Kamis sore.

Mantan Kapolsek Talang Kelapa ini menjelaskan, pihaknya juga sudah memintai keterangan saksi lain yakni adik tingkat korban dan seorang tukang ojek yang mengantar korban usai kejadian.

“Terlapor yakni oknum dosen berinisial A (34) dijadwalkan bakal dipanggil untuk dimintai keterangan besok Jumat (3/11),” ujar Masnoni.

Dia menambahkan, hasil olah TKP di ruang laboratorium FKIP Sejarah Kampus Unsri Indralaya pada Rabu (2/12) terungkap jika korban sempat mengalami pelecehan secara fisik.

“Pada saat kejadian selain dipeluk dan dicium oleh saksi terlapor, baju korban juga dibuka hingga menciumi bagian dada korban. Selain itu, tangan korban ditarik secara paksa oleh terlapor yang diarahkan ke bagian sensitif terlapor,” urainya.

Terlapor juga sempat menggandeng tangan korban dan berpindah dari satu tempat ke tempat lain di ruang laboratorium.

“Pada Sabtu (25/9) lalu itu, korban mendatangi kampus untuk terlapor, padahal tidak ada aktivitas perkuliahan,” tambah Masnoni.

Lebih dari dua bulan lamanya korban baru melaporkan kejadian yang dialami dan sempat diviralkan melalui media sosial, Masnoni menegaskan, kalau sebelumnya perkara ini sempat dicoba untuk dilakukan mediasi oleh rektorat termasuk BEM.

Komentar