oleh

Crane PT BSL Dicuri Oknum, Kerugian Ratusan Juta

Polisi Sudah Periksa Saksi-saksi

SILAMPARI ONLINE, MURATARA– Pencuri makin nekat. Tindak kriminal kasus pencurian kali ini menimpa PT Bara Sentosa Lestari (BSL) di Kecamatan Rawas Ilir, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) pada Jumat (1/10/2021) lalu.
Satu unit alat berat berupa Crane milik perusahaan, yang bergerak di bidang Batu Bara itu, telah dipotong-potong pelaku di Tempat Kejadian Perkara (TKP) di wilayah Kecamatan Rawas Ilir. Untungnya, aksi empat pelaku diketahui warga hingga Polisi turun tangan hingga berhasil mengamankan barang-barang yang siap diangkut komplotan bandit tersebut.

Sumber terpercaya, yang meminta identitas tidak diungkap, dengan alasan keamanan membenarkan, terjadi pencurian Crane milik PT BSL dilakukan oknum. Kasus ini menarik perhatian masyarakat karena tergolong nekat, dan merugikan pihak perusahaan PT BSL.

“Alat berat yang dicuri itu Crane milik PT BSL, dan sekarang kasusnya telah ditangani pihak Kepolisian, karena setelah kejadian pencurian itu dilaporkan pihak perusahaan ke Polisi,” ucap sumber, kemarin.

Ia meneruskan akibat pencurian Crane itu, pihak perusahaan mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah, dan ini sangat menganggu stabilitas keamanan di wilayah Rawas Ilir khususnya perusahaan besar. Pihaknya ingin agar pelaku segera ditangkap hingga dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Dihubungi, Kasat Reskrim Polres Muratara, AKP Dedi Hidayat membenarkan kasus pencurian Crane milik PT BSL. Hanya saja Kasat Reskrim menyatakan jika dari temuan pihaknya di TKP jika Crane itu sudah dipotong-potong oleh pelaku. Ia memastikan ada 4 orang pelaku yang akan mengangkut Crane tersebut.

“Crane itu milik PT BSL yang telah dipotong-potong pelaku, dan kami dari kepolisian telah mengambil tindakan dengan mendatangi TKP guna mengumpulkan data-data. kami memperkirakan ada empat orang pelaku akan mengambil dan membawa Crane itu,” kata Kasatreskrim dihubungi via ponsel, kemarin.
Lebih lanjut Dedi Hidayat menyebutkan akibat pencurian ditaksir PT BSL mengalami kerugian hingga Rp500 Juta. Soal pelaku, Dedi Hidayat menyebutkan sedang diburu pihaknya, dan ini tentu berkaitan dengan pemeriksaan para saksi-saksi yang telah dilakukan pihaknya. “Kita sudah memeriksa para saksi-saksi,” tegasnya. (Bd)

Komentar