oleh

Budidaya Jangkrik di Tengah Pandemi Berpotensi Untung Besar

MURATARA |SO – Pandemi Covid-19 yang hingga kini belum tuntas, membuat sebagian orang kehilangan pekerjaan. Budidaya Jangkrik seperti patut dicoba bagi yang ingin menambah penghasilan. Modalnya tipis dan untungnya besar.

Yayan, warga Kecamatan Rupit, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) menuturkan budidaya jangkrik sangat sederhana. Sementara hasilnya lumayan untuk menambah penghasilan.

“Awalnya dengar orang cerita di warung kopi, soal budidaya jangkrik, bisnis tanpa modal tapi potensi untung besar,” tutur Yayan, kepada sumeks.co, Senin (1/11/2021).

Baca Juga : Stek 6.000 Hektar Kebun Kopi di Pagar Alam

Budidaya jangkrik dimulai Yayan, pada akhir 2020 lalu. Saat itu, Yayan tidak mempunyai uang untuk modal membuka usaha. Otaknya diputar untuk mencari usaha yang tidak memerlukan uang dengan jumlah besar.

“Tertarik karena untuk memulai budidaya jangkrik hanya membutuhkan modal Rp10 ribu rupiah,” aku Yayan.

Tadinya, Yayan tidak percaya modal tipis bisa menghasilkan untung berlipat. Namun setelah memulai budidaya jangkrik, memang prediksi modal Rp10 ribu itu tidak tepat namun hampir mendekati fakta.

“Saya habis modal awal Rp100 ribu, itu langsung bikin tiga kandang jangkrik. Pakai kayu dan terpal bekas baliho. Didalamnya di kasih karpet telur,” ceritanya.

Untuk pembibitan awal, Yayan membeli jangkrik sebanyak satu ons dengan harga Rp10 ribu di penjual jangkrik di Pasar Lawang Agung, Rupit. Bibit lalu ditebar merata di tiga kandang. Jangkrik di kasih makan daun daunan, keladi, sayur bekas, ampas tebu, daun ubi dan pur ayam untuk tempat bertelur.

Baca Juga : Catat.. Destinasi di 17 Kabupaten/Kota se-Sumsel

Awalnya banyak kerabatnya yang meragukan. Bahkan banyak yang menuding aktivitas yang dilakukan Yayan, merupakan pekerjaan yang aneh. Karena di Muratara lazimnya warga membudidayakan hewan ternak sapi, kerbau, kambing dan ayam.

“Setelah tiga bulan langsung saya pasang merek dipinggir jalan, jual Jangkrik. Awalnya satu dua yang datang beli untuk mancing dan pakan burung. Tapi sekarang banyak bos datang dari Linggau yang borong,” bebernya.

Harga jangkrik sendiri, untuk pasaran lokal berkisar Rp1 juta/kg atau Rp10 ribu/ons. Jika untuk pedagang yang menjual lagi harga Rp 800 ribu/kg. D

Pertumbuhan jangkrik sangat cepat dan luar biasa. Dalam satu bulan atau 20 hari, jangkrik sudah bisa dipanen. Yayan memiliki delapan kandang jangkrik di sekitar rumahnya. Estimasi penghasilan bersih Rp3-4 juta/bulan. (sumeks.co)

Komentar