oleh

Bantuan Bangun Rumah Baru di Musi Rawas Berkurang 144 Unit

Silampari Online 

MUSI RAWAS- Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Musi Rawas (Mura) memastikan untuk kuota bantuan bangun rumah baru bagi masyarakat prasejahtera berkurang. Dimana, bila awalnya sebanyak 289 unit berkurang menjadi 144 unit.

“Iya untuk awalnya bantuan bangun rumah baru bagi masyarakat sejahtera kita sebanyak 289 unit. Namun, berkurang 144 unit,”jelas Kepala Disperkim Kabupaten Mura, H Nito Maphilindo melalui Kepala Bidang (Kabid) Perumahan, Abu Hanifah kepada Harian Silampari, Rabu (6/4) diruang kerjanya.

Menurut ia, berkurangnya bantuan ini karena adanya pergeseran anggaran yang disesuaikan dengan dana sharing yg ada serta penetapan pusat setelah ketok Palu Rp20 juta melalui APBN dan dana sharing APBD awalnya Rp7 juta naik menjadi Rp15 juta. Sehingga, dengan kondisi itu maka sisanya 145 unit akan dianggarkan dalam APBD-P disamping melalui lembaga non pemerintah baik CSR perusahaan, baznaz dan swadaya masyarakat.

Mengenai jumlah kuota setiap Desa sendiri. Maka dirinya mengakui bervariasi 9-12 unit dari sebelumnya 15-30 unit. Namun, untuk saat ini pelaksanaannya tengah proses rembuk Desa untuk pengurangan itu mana yang skala prioritasnya ditentukan oleh Desa.

Kemudian, untuk realisasi pelaksanannya sendiri akan dilaksanakan setelah lebaran. Sebab, untuk saat ini sedang menyediakan tenaga tekhnis dilapangan. Dimana, bantuan ini dalam bentuk uang akan ditransfer ke rekening penerima bantuan langsung untuk bantuan bangun baru dengan catatan penerima harus masuk DTKS Kementrian selama dua tahun.

Terlepas dari itu, dengan adanya bantuan bedah rumah ini diharapkan dapat membantu warga miskin dan stunting untuk dapat mendapatkan hunian yang layak sesuai yang diinginkan.

Sementara itu, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mura, Al Imron meminta agar kedepan Pemkab Mura dapat mengalokasikan bantuan bedah RTLH bagi warga miskin yang ada di Mura. Namun, kendati begitu ia meminta agar bantuan tersebut dapat diseleksi secara ketat agar peruntukkannya dapat tepat sasaran. (Kris)

Komentar