oleh

Baku Tembak dengan Polisi Diatas Bukit, Dua Pelaku Curat Tewas  

Silampari Online

MUSI RAWAS – Tim Landak Satreskrim Polres Mura menggerebek lokasi persembunyian tiga pelaku spesialis pencurian dengan pemberatan (Curat) di sebuah pondok ditengah kebun kopi, diatas bukit di Dusun Bandung Raya, Desa Sukaraya, Kecamatan STL Ulu Terawas, Kabupaten Mura.

Dalam penggerebekan pada Minggu (20/3) sekitar pukul 02.00 WIB itu, sempat terjadi baku tembak antara anggota dengan pelaku. Baku tembak menewaskan dua orang pelaku yakni M Novyan Ependi alias Sumsel alias Sul (43) dan Marlendi alias Melet (43). Sedangkan satu pelaku lagi masih hidup, hanya alami luka tembak di kaki yakni Andres Sugianto alias Rey (34).

“Kawanan ini spesialis curat di 5 TKP dan sebagai DPO 21 Laporan Polisi di wilayah hukum Polres Mura. Dan ditambah 6 TKP di wilayah hukum Muba,” kata Kapolres Mura, AKBP Achmad  Gusti Hartono didampingi Kasat Reskrim, AKP Dedi Rahmat Hidayat.

Kawanan pelaku melakukan aksi curat berjumlah empat orang yakni Novyan Ependi, petani, warga asal Pasar Tebing Tinggi, lalu Marlendi, pedagang, warga Desa Bernai, Kecamatan Sarolangun, Kabupaten Sarolangun, Jambi. Kemudian Andre Sugianto, petani, warga Desa Batu Raja Baru, Kecamatan Tebing Tinghi, Kabupaten Empat Lawang. Dan terakhir pelaku Fir.

“Satu pelaku lagi Fir daftar pencarian orang,” jelasnya.

Mereka beraksi dengan menggunakan dua sepeda motor jenis Revo Fit warna hitam hijau. Kemudian memakai alat seperti kunci T, obeng dan linggis kecil. Merek mengincar rumah dipinggir jalan. Adapun target barang berharga yang diambil seperti mobil, motor dan HP.

“Pada saat melakukan aksinya pelaku selalu membawa senjata api rakitan dan senjata tajam,” jelasnya.

Lebih lanjut, pelaku  membawa senjata tersebut guna mempersenjatai diri jika katahuan oleh para korbannya. Dan tidak ragu-ragu untuk melukai korbannya jika ketahuan dalam melakukan pencurian. Aksi para pelaku sudah meresahkan dan banyak laporan.

Hingga akhirnya Tim Landak Satreskrim Polres Mura setelah melakukan penyelidikan, memdapatkan informasi soal keberadaan para pelaku. Pada Minggu (20/3) dilakukan upaya penangkapan dengan menerjunakn 10 anggota. Pada pukul 00.00 WIB, anggota berangkat menuju lokasi menggunakan mobil truk agar tidak ketahuan kalau ada anggota didalamnya.

Kemudian pukul  01.00 WIB anggota menuju sasaran pondok kopi yang diduga ditempati para pelaku dengan berjalan kaki menuju bukit sekitar 1 jam perjalanan. Pukul 02.05 WIB sampai di pondok, lantas anggota menyebar dengan berbentuk U. Pada saat mendekati pondok tersebut, posisi anggota diketahui para pelaku.

“Anggota menyelahkan senter ke arah pondok dengan berkata “Polisi” dan memberikan tembakan peringatan 3 kali keatas serta mengucapkan menyerah, menyerah, menyerah,” timpalnya.

Tidak lama kemudian, terdengar suara tembakan dari dalam pondok mengarah ke anggota ssbanyak 2 kali. Dan tembakan tersebut mengenai salah satu anggota. Namun proyektil mengenai bodyvest. Dan mendapatkan tembakan tersebut, anggota langsung melakukan tindakan tegas terukur dengan melakukan tembakan kearah pelaku yang diduga Novian Evendi yang terlihat saat iti mengacungkan senjata.

Dan satu pelaku diduga Marledi juga mengacungkan senjata laras panjang jenis senjata api kecepek. Seketika langsung diberikan tembakan terukur kearah pelaku tersebut.

Sedangkan pelaku Andre Sugianto terkena tembakkan dibagian kaki karena turut melakukan perlawanan. Namun akhirnya menyerah dan keluar dari pondok.

Selanjutnya pelaku diamankan anggota.  Dan diberikan pertolongan pertama dengan dilakukan penyumbatan kaki yang tertembak. Setelah itu anggota masuk kedalam pondok. Didapat tersangka Sul dalam posisi tertelungkup bersimbah darah dengan luka tembak.

Lalu didekat tersangka terdapat senjata api laras pendek rakitan jenis revolver beserta amunisi 4 amunisi dan 2 selongsong yang masih ada selinder magazen serta senjata tajam. Untuk tersangka Malet dalam posisi tengkurap dan didekatnya ada senpira laras panjang jenis kecepek serta sajam.

Selain itu, di pondok juga didapati 2 senjata senapan angin, senjata api rakitan laras panjang 1 pucuk jenis kecepek dan alat untuk melakukan pencurian (linggis kecil). Termasuk beberapa tas, HP, dompet dan helm.

“Pengakuan pelaku bahwa mereka tidak hanya melakukan pencurian di wilayah hukum Polres Musi Rawas, juga melakukan pencurian dengan pemberatan di Kabupaten Muba sebanyak 6 TKP,” pungkasnya.(ans)

Komentar