oleh

109 Rumah Warga di Musi Rawas Diterjang Puting Beliung

Silampari Online 

MUSI RAWAS- Bencana angin putting beliung yang terjadi sepanjang Januari sampai Maret di Kabupaten Mura telah merusak 109 unit rumah warga. Kerusakan yang ditimbulkan mulai dari rusak berat, ringan dan sedang.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) didamping Kasi kedaruratan dan Logistik, Eko menjelaskan terakhir bencana putting beliung terjadi pada Senin (7/3) sekitar pukul 16.30 WIB diwilayah Kecamatan STL Ulu Terawas. Sejumlah rumah warga rusak yakni di Kelurahan Terawas dan Desa Babat.

Bencana angina puting beliung di Kelurahan Terawas tidak sampai menimbulkan korban jiwa. Hanya saja terdapat korban luka-luka dua orang yang dialami satu orang dewasa dan satu anak perempuan. Sejumlah rumah alami kerusakan, masing-masing 17 rumah rusak ringan dan dua rumah rusak berat.

Sedangkan di Desa Babat terdapat enam rumah alami rusak ringan.

“Jadi total selama Januari sampai Maret sudah empat kali terjadi bencana angin puting beliung dengan total 109 rumah alami kerusakan baik berat, ringan dan sedang,” ungkapnya.

Data BPBD menyebut di bulan Januari terjadi satu kali bencana puting beliung diwilayah Kecamatan Sukakarya hingga mengakibatkan empat rumah alami rusak ringan. Kemudian di bulan Februari terjadi satu kali diwilayah Kecamatan STL Ulu Terawas, menyebabkan 33 rumah rusak berat, 39 rumah rusak ringan dan tujuh rumah rusak sedang.

Sedangkan di bulan Maret, tercatat dua kali terjadi bencana angina puting beliung. Pada 2 Maret terjadi diwilayah Kecamatan Tugulmulyo, menyebabkan satu rumah alami rusak sedang. Lalu pada 7 Maret putting beliung terjadi di wilayah Kecamatan STL Ulu Terawas mengakibatkan 23 rumah rusak ringan dan dua rumah rusak berat.

“Perkiraan angina putting beliung sering terjadi di musim peralihan saat ini dari musim penghujan ke musim kemarau,” bebernya.

Ia menjelaskan, bencana angina puting beliung terjadi biasanya diawali tanda-tanda cuaca panas terik. Kemudian tiba-tiba langsung berubah menjadi mendung. Karena itu pihaknya mengimbau masyarakat untuk waspasda bencana angina puting beling. Khususnya masyarakat yang tinggal di dekat dengan lahan terbuka atau hamparan.(ans)

Komentar