oleh

1.878 Warga di Musi Rawas Dikategorikan Bertubuh Kerdil

Silampari Online 

MUSI RAWAS- Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Musi Rawas (Mura) mencatat sebanyak 1.878 warga di Bumi Lan Serasan Sekantenan pada tahun 2021 dikategorikan stunting atau bertubuh kerdil. Bahkan untuk di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Mura peringkat ketiga sebagai daerah yang terbanyak kasus stunting.

“Untuk jumlah warga yang stunting di Mura tahun 2021 yakni sbnyak 1878 dan untuk di Sumsel terbanyak diperingkat ketiga. Sehingga target kita tahun ini harus turun 14 persen,”jelas Kepala DPPKB Kabupaten Mura, Supardiono saat diwawancarai Harian Silampari usai menghadiri acara Apel Siaga Nasional Tim Pendamping Keluarga Se-Kabupaten Mura Dalam Rangka Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Mura Tahun 2020 di Auditorium Pemkab Mura.

Dikatakannya, banyak faktor yang menyebabkan terjadinya stunting. Diantaranya pernikahan dini  pola asuh, faktor ekonomi. Sehingga, dengan begitu dengan adanya kegiatan ini salah satu upaya untuk mencegah terjadinya stunting.

Sementara itu, Bupati Kabupaten Mura, Hj Ratna Machmud menjelaskan pihaknya mengikuti apel siaga tim pendamping keluarga merupakan gerakan nasional dalam rangka mempersiapkan pelaksanaan pendampingan terhadap keluarga beresiko stunting yang terdiri dari komponen bidan desa, para pengurus PKK desa dan kader KB. Dimana, tujuan pelaksanaan apel siaga ini adalah memverifikasi data sasaran seperti calon pengantin, ibu hamil dan ibu pasca melahirkan.

Mengenai keluarga beresiko stunting terbagi dari tiga aspek yaitu pertama aspek calon pengantin terdapat empat kriteria yaitu usia nikah kurang dari 19 tahun, anemia, lingkaran lengan atas kurang dari 23 cm dan indeks massa tubuh kurang dari 18,4 kg. Kedua aspek ibu hamil juga terdapat empat kriteria yaitu anemia, kurang energi kalori, pertumbuhan janin terlambat dan terlalu muda usia, terlalu banyak anak, terlalu rapat jarak kelahiran dan terlalu tua usia (4T).

Kemudian untuk aspek ketiga yakni pasca bersalin terdapat tujuh kriteria diantaranya berat badan lahir rendah kurang dari 2.500 gram, panjang badan bayi lahir kurang dari 48 cm, tidak mendapatkan asi eksklusif, tidak mendapat imunisasi dasar, tidak mendapat makanan pendamping air susu ibu (MPASI), tata laksana gizi buruk/kurang dan infeksi serta tidak baiknya pertumbuhan dan perkembangan.

Terlepas dari itu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mura mendukung penuh Tim Pendamping Keluarga (TPK) dan diharapkan mampu menurunkan angka stunting yang ada di Mura. Sehingga dengan begitu anak di Mura dapat sehat dan berkualitas sebagai generasi penerus mewujudkan Mura Mantab. (Kris)

Komentar